Kenapa Gigi Bisa Sensitif?
Gigi merupakan bagian tubuh yang paling keras, bahkan melebihi tulang. Tapi, kenapa gigi bisa menjadi sensitif?:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1609827/original/029100800_1496201544-Kenapa-Gigi-Bisa-Sensitif.jpg)
Klikdokter.com, Jakarta Gigi merupakan bagian tubuh manusia yang paling keras, bahkan melebihi tulang. Tapi, bukan berarti gigi Anda tak bisa ‘protes’.
Ada kalanya gigi bisa menjadi sensitif. Salah satu penyebabnya karena menyikat gigi dengan cara yang salah.
Menyikat gigi terlalu kencang dapat membuat gigi dan gusi di sekitarnya menjadi rusak. Lama kelamaan, perlekatan gusi akan lepas dari gigi sehingga gusi jadi turun.
Turunnya gusi berpotensi membuat gigi jadi sensitif. Pasalnya, gusi yang turun akan membuat dentin (lapisan dalam gigi) terbuka.
Bila cara menyikat gigi tidak diperbaiki, lapisan yang menyelubungi akar gigi akan hilang perlahan karena tergesek oleh sikat gigi. Pori- pori dentin pun bisa ikut terbuka.
Akibatnya, gigi akan terasa ngilu saat terkena rangsangan berupa dingin, panas, tekanan, dan udara. Misalnya, saat makan es krim atau menyikat gigi.
Selain itu, gigi sensitif juga dapat disebabkan oleh kebiasaan buruk lainnya. Seperti mengkertakkan gigi saat tidur, mengunyah es batu, dan jarang membersihkan karang gigi.
Untuk mencegah gigi menjadi sensitif, perhatikan apakah cara menyikat gigi Anda sudah benar. Memeriksa gigi dan mulut secara rutin ke dokter gigi juga penting.
Jika gigi sudah telanjur sensitif, sikatlah gigi dengan bulu sikat yang lembut dan pasta gigi ber-flouride. Hindari menggosok gigi terlalu kencang dan sering. Batasi juga makanan dan minuman yang asam.
Jurus Jitu Mengatasi Gigi Sensitif
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1582777/original/061262300_1493784487-Jurus-Jitu-Mengatasi-Gigi-Sensitif.jpg)
Klikdokter.com, Jakarta Dalam dunia medis, gigi sensitif disebut dentin hipersensitif. Rasa ngilu ini disebabkan karena lapisan dentin yang seharusnya tertutup telah terbuka. Lapisan dentin berstruktur seperti tabung (tubulus) atau pori yang mengandung cairan.
Cairan ini dapat bergerak jika ada rangsangan suhu, tekanan atau sentuhan, atau zat kimia. Pergerakan cairan inilah yang merangsang serabut saraf gigi dan menimbulkan keluhan nyeri tajam yang menjadi ciri khas gigi sensitif Bagian gigi yang kerap terasa ngilu adalah gigi taring dan geraham kecil (premolar)
Lalu bagaimana lapisan dentin bisa terbuka? Terbukanya lapisan dentin bisa terjadi karena hilangnya lapisan email yang seharusnya menutupi dentin akibat kesalahan dalam menyikat gigi.
Salah satu kesalahan menyikat gigi yang paling sering ada hubungannya dengan penggunaan pasta gigi. Produk pasta gigi yang ditawarkan di pasaran memang bervariasi, namun umumnya mengandung partikel abrasif dan bahan antibakteri.
Partikel tersebut digunakan dengan tujuan untuk membersihkan kotoran di permukaan gigi. Sedangkan bahan antibakteri dimaksudkan untuk mencegah gigi berlubang.
Saat ini angka kejadian gigi sensitif terus meningkat. Ini membuat banyak produsen pasta gigi tertarik untuk mengembangkan produk yang dapat mengurangi atau meredakan sensitivitas pada gigi.
Berbagai studi pun telah membuktikan bahwa pasta gigi untuk gigi sensitif memang mampu menurunkan rasa ngilu yang dikeluhkan. Prinsip kerjanya adalah dengan menutup tubulus dalam lapisan dentin.
Penutupan tersebut bertujuan untuk meminimalisir pergerakan cairan dalam tubulus, serta memblokade aktivitas saraf gigi. Berbagai bahan aktif seperti potasium nitrat dicampurkan ke dalam pasta gigi untuk mencapai tujuan.
Peningkatan konsentrasi potasium di sekitar serabut saraf gigi akan menghalangi jalannya stimulus saraf, yang mengakibatkan berkurangnya rasa nyeri. Selain itu, ion yang terkandung dalam pasta gigi ini akan membentuk lapisan yang kuat di permukaan dentin sehingga menghalangi terpicunya sensitivitas.
Komentar
Posting Komentar